Header Ads

test

KAIDAH USHUL FIQIH KE-4 : DALAM PERINTAH, LAKUKANLAH SESUAI KEMAMPUAN, DALAM LARANGAN, WAJIB

KAIDAH USHUL FIQIH KE-4 :

DALAM PERINTAH, LAKUKANLAH SESUAI KEMAMPUAN, DALAM LARANGAN, WAJIB…

BBG AL ILMU

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, 

ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

=======

Kaidah yang ke 4

👉🏼 Dalam perintah, lakukanlah sesuai kemampuan.

👉🏼 Dalam larangan, wajib ditinggalkan seluruhnya.

Kaidah ini berdasarkan hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ما نهيتكم عنه فاجتنبوه وما أمرتكم به فأتوا منه ماستطعتم

“Apa-apa yang aku larang tinggalkanlah. dan apa-apa yang aku perintahkan, lakukanlah semampu kalian.“

Perintah adalah beban, dan tidak setiap orang mampu melaksanakannya. Maka syariat yang indah ini melihat kemampuan hamba dalam melaksanakannya.

Sedangkan larangan adalah meletakkan beban, semua orang mampu melakukannya. Maka ia harus ditinggalkan sama sekali, kecuali bila pada keadaan darurat atau sangat dibutuhkan, sementara mashlahatnya lebih besar dari mudlaratnya, seperti :
– bangkai boleh dimakan disaat keadaan terpaksa
– dusta diizinkan untuk mendamaikan dua muslim yang bertengkar dan sebagainya.

Namun tentunya tetap memperhatikan batasan-batasan yang disebutkan oleh para ulama.

Wallahu a’lam 

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.

Tidak ada komentar