๐ Tanya Jawab (Tangerang Mengaji Akhwat) 17 Jumadil 'Akhir 1442 H / 30 Januari 2021
Bismillah
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Ustadz saya mau bertanya benarkah ada hadits nya bahwa minum kencing unta boleh untuk obat dan tidak najis.
Yg kedua, bgmna hukumnya bila kita dimasa pandemi ini mengajukan dana bantuan gratis dana bantuan dan bukan pinjaman dari pemerintah untuk membantu modal usaha
Syukron ustadz saya tunggu jawabannya...
๐ฌJawaban :
✍๐ป Oleh Ustadz Alimuddin Abu Abdurrahman , ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู
ุงููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ :
1. Terdapat dalil yang diriwayatkan oleh Imam al Bukhari, no. 1501,
ุญَุฏَّุซََูุง ุณَُْููู
َุงُู ุจُْู ุญَุฑْุจٍ َูุงَู ุญَุฏَّุซََูุง ุญَู
َّุงุฏُ ุจُْู ุฒَْูุฏٍ ุนَْู ุฃَُّููุจَ ุนَْู ุฃَุจِู َِููุงุจَุฉَ ุนَْู ุฃََูุณِ ุจِْู ู
َุงٍِูู َูุงَู
َูุฏِู
َ ุฃَُูุงุณٌ ู
ِْู ุนٍُْูู ุฃَْู ุนُุฑََْููุฉَ َูุงุฌْุชََْููุง ุงْูู
َุฏَِููุฉَ َูุฃَู
َุฑَُูู
ْ ุงَّููุจُِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ ุจَِِููุงุญٍ َูุฃَْู َูุดْุฑَุจُูุง ู
ِْู ุฃَุจَْูุงَِููุง َูุฃَْูุจَุงَِููุง َูุงْูุทََُูููุง ََููู
َّุง ุตَุญُّูุง َูุชَُููุง ุฑَุงุนَِู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ َูุงุณْุชَุงُููุง ุงَّููุนَู
َ َูุฌَุงุกَ ุงْูุฎَุจَุฑُ ِูู ุฃََِّูู ุงََّูููุงุฑِ َูุจَุนَุซَ ِูู ุขุซَุงุฑِِูู
ْ ََููู
َّุง ุงุฑْุชََูุนَ ุงََّูููุงุฑُ ุฌِูุกَ ุจِِูู
ْ َูุฃَู
َุฑَ ََููุทَุนَ ุฃَْูุฏَُِููู
ْ َูุฃَุฑْุฌَُُููู
ْ َูุณُู
ِุฑَุชْ ุฃَุนُُُْูููู
ْ َูุฃُُْูููุง ِูู ุงْูุญَุฑَّุฉِ َูุณْุชَุณَُْููู ََููุง ُูุณََْْููู
َูุงَู ุฃَุจُู َِููุงุจَุฉَ ََููุคَُูุงุกِ ุณَุฑَُููุง ََููุชَُููุง َََูููุฑُูุง ุจَุนْุฏَ ุฅِูู
َุงِِููู
ْ َูุญَุงุฑَุจُูุง ุงََّููู َูุฑَุณَُُููู
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] berkata, telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Anas bin Malik] berkata, "Beberapa orang dari 'Ukl atau 'Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air seni dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke pada pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi." Abu Qilabah mengatakan, "Mereka semua telah mencuri, membunuh, murtad setelah keimanan dan memerangi Allah dan rasul-Nya."
Adapun dimana dikatakan oleh Ibnul Qoyim rahimahullah, bahwa ulama ahli tibbun nabawi mengatakan,
ููู ุงِููุตَّุฉ ุฏٌููู ุนูู ุงูุชุฏุงูู ูุงูุชَّุทุจُّุจ، ูุนูู ุทูุงุฑุฉِ ุจِْูู ู
ุฃِููู ุงَّููุญู
Dalam kisah ini terdapat dalil mengenai bolehnya berobat dan datang ke tabib (dokter), dan juga menunjukan sucinya air kencing hewan yang halal dagingnya. (Zadul Ma’ad, 4/48).
2. Adapun di antara sikap seorang muslim ialah bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah,
ุนَْู ุญَِْููู
ِ ุจِْู ุญِุฒَุงู
ٍ ุฑَุถَِู ุงُููู ุนَُْูู ุนَِู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ َูุงَู : ุงََْููุฏُ ุงْูุนَُْููุง ุฎَْูุฑٌ ู
َِู ุงَْููุฏِ ุงูุณَُّْููู، َูุงุจْุฏَุฃْ ุจِู
َْู ุชَุนُُْูู، َูุฎَْูุฑُ ุงูุตَّุฏََูุฉِ ุนَْู ุธَْูุฑِ ุบًِูู، َูู
َْู َูุณْุชَุนِْْูู ُูุนَُِّูู ุงُููู، َูู
َْู َูุณْุชَุบِْู ُูุบِِْูู ุงُููู
Dari Hakรฎm bin Hizam Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allah akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allรขh akan memberikan kecukupan kepadanya.” (Muttafaq ‘alaih - Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhรขri (no. 1427) dan Muslim no.1053 (124)
Adapun sifat meminta-minta, sebaiknya dihindari selama masih ada jalan lain untuk berusaha, dan yakinlah kepada Allah ta'ala, bahwa Dia yang Maha Pemberi Rizki selama hamba Nya bertaqwa kepada Nya.
QS At-Talaq : 2
َูู
َْู َّูุชَِّู ุงَّٰููู َูุฌْุนَْู َّููٗ ู
َุฎْุฑَุฌًุง ۙ
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
QS At-Talaq : 3
ََّููุฑْุฒُُْูู ู
ِْู ุญَْูุซُ َูุง َูุญْุชَุณِุจُۗ
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Jadi ... sebaiknya antum meminta pertolongan kepada Allah ta'ala dengan sabar dan shalat. Dan itu yang terbaik dan paling utama.
Dalam al Al Qur'an, Allah ta'ala berfirman,
QS Al-Baqarah : 45
َูุงุณْุชَุนُِْْูููุง ุจِุงูุตَّุจْุฑِ َูุงูุตَّٰููุฉِ ۗ َูุงََِّููุง ََููุจِْูุฑَุฉٌ ุงَِّูุง ุนََูู ุงْูุฎٰุดِุนَِْููۙ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'.
Kemudian perbanyak berdo'a kepada Allah ta'ala, di antaranya,
ุงََُّูููู
َّ ุฅِِّูู ุฃَุนُْูุฐُ ุจَِู ู
ِْู ุฌَْูุฏِ ุงูุจَูุงَุกِ، َูุฏَุฑَِู ุงูุดََูุงุกِ، َูุณُูุกِ ุงَููุถَุงุกِ، َูุดَู
َุงุชَุฉِ ุงูุฃَุนْุฏَุงุกِ
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, keburukan takdir dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpaku.
HR. Al-Bukhari no. 6347 dan Muslim no. 2707. Muttafaqun ‘alaih.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
﷽
ุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Ustadz , Ana izin bertanya :
Jika kita diundang oleh seseorang secara pribadi ke acara walimah, hukumnya wajib ya ustadz?
Bagaimana jika dalam kondisi pandemi seperti ini, jika ada yang mengundang, namun kita tidak ingin hadir karena khawatir tertular wabah, apakah berdosa?
Jazaakallahu khairan ustadz.
๐ฌJawaban :
✍๐ป Oleh Ustadz Alimuddin Abu Abdurrahman , ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู
ุงููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ :
Dalam hal ini terdapat dalil tegas yang menyatakan hukum menghadiri walimah pernikahan itu wajib adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ุฅِุฐَุง ุฏُุนَِู ุฃَุญَุฏُُูู
ْ ุฅَِูู ุงَِْููููู
َุฉِ ََْูููุฃْุชَِูุง
“Jika salah seorang di antara kalian diundang walimah, maka hadirilah.” (HR. Bukhari no. 5173 dan Muslim no. 1429).
Dalam Hadits ini digunakan kata perintah dan hukum asal kata perintah itu wajib.
Namun ada beberapa hal yang wajib diperhatikan dalam hal ini sebagaimana yang telah dikatakan oleh Syaikh 'Abdurrahman bin Nashir As Sa'di rahimahullah dalam kitab "Al Qowa’id wal Ushul Al Jaami’ah wal Furuq wat Taqosim Al Badi’ah An Nafi’ah, hal. 168). Bahwa undangan itu ada tiga macam:
1. Wajib dihadiri
2. Dilarang dihadiri
3. Sunnah dihadir.
Adapun yang wajib dihadiri apabila didalamnya tidak ada terjadi kemungkaran atau perbuatan yang bertentangan dengan syar'iseperti bercampur baur antara lawan jenis yang bukan mahram, terdapat nyayian dan musik, dll.
Kemudian yang di larang dihadiri seperti dalam acara tsb terdapat kemungkaran seperti contoh di atas.
Adapun yang sunnah di hadiri yaitu selain undangan walimah, jika tidak ada udzur.
Kemudian adapun dimasa pandemi covid 19, maka selama masih di anggap berbahaya maka sebaiknya antum tidak menghadirinya. Dimana dalam syari'at bahwa shalat berjama'ah pun bagi laki² diberikan ruksah/keringanan untuk shalat di rumahnya selama masa pandemi untuk menghindari agar tidak terjadi kemudaratan pada dirinya dan buat orang lain.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
﷽
ุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Maaf utk pertanyaan yang lalu kurang lengkap Adakah acara 4bulanan utk ibu hamil menurut syariat islam๐
๐ฌJawaban :
✍๐ป Oleh Ustadz Alimuddin Abu Abdurrahman , ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู
ุงููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ :
Tidak ada dalam syari'at islam yang mulia ini bahwa setiap wanita hamil ketika kehamilannya berusia 4 bulanan maka ada acara khusus dan ritual khusus dilakukan baginya. Ini termasuk perbuatan di luar syari'at islam dan wajib ditinggalkan, dan jika diundang dalam acara tsb, maka tidak boleh menghadirinya karena termasuk membatu mereka dalam kemungkaran.
Dan perbuatan seperti itu tidak terlepas dari budaya orang Hindu.
Dalam syari'at Islam tidak ada dalil yang menjelaskan adanya acara empat bulanan, dan itu termasuk amalan bid'ah yang tertolak. Dan dalilnya adalah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ู
َْู ุฃَุญْุฏَุซَ ِูู ุฃَู
ْุฑَِูุง َูุฐَุง ู
َุง َْููุณَ ู
ُِْูู ََُููู ุฑَุฏٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
Dalam lafadz milik Muslim bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ู
َْู ุนَู
َِู ุนَู
َูุงً َْููุณَ ุนََِْููู ุฃَู
ْุฑَُูุง ََُููู ุฑَุฏٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
﷽
ุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Ustadz yang semoga anda selalu di rahmati Allah subhanahu wa ta'ala...
Ana sering mengalami keputihan.
afwan, dan ketika dalam shalat, terkadang keluar keputihan tersebut..
Pertanyaanya:
1. Bagaimana hukum keputihan yg sering ana alami
2. Kemudian sah kah shalat ana ketika kejadiannya seperti itu, ana tetap melanjutkan shalat
3. Batal kah shalatnya dan harus mengulang?
4. Bagaimana cara membersihkannya?
Jazakallahu khoir
Wa baarokallahu fiik
๐ฌJawaban :
✍๐ป Oleh Ustadz Alimuddin Abu Abdurrahman , ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู
ุงููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ :
Untuk beberapa pertanyaan tsb, maka silahkan baca tuntas jawaban di bawah ini.
Cairan (keputihan) yang keluar dari kebanyakan para wanita itu bersih tidak najis. Tidak perlu mandi, akan tetapi ia dapat membatalkan wudhu.
Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang masalah ini, lalu beliau menjawab: Setelah aku teliti, yang nampak bagiku adalah bahwa cairan (keputihan) yang keluar dari wanita, kalau keluarnya bukan dari saluran air seni akan tetapi keluar dari rahim, maka dia adalah suci.
Ini hukum yang berkaitan dengan masalah suci atau najis. Bahwa keputihan itu bersih (suci) dan tidak membuat baju atau badan menjadi najis.
Adapun dalam masalah wudhu, keluarnya cairan tersebut membatalkan wudhu. Kecuali kalau ia keluar terus menerus, maka tidak membatalkan wudhu, namun sang wanita tersebut jangan berwudhu kecuali telah masuk waktu shalat, lalu memakai pembalut.
Namun kalau keluarnya cairan itu terputus-putus dan kebiasaannya terhenti pada waktu shalat, maka hendaknya dia mengakhirkan shalatnya, apabila tidak takut waktu shalatnya habis.
Kalau khawatir waktu shalatnya habis, maka dia langsung saja berwudhu dan memakai pembalut kemudian dia boleh melaksanakan shalat.
Cairan yang keluar tidak ada bedanya antara sedikit maupun banyak. Karena semuanya keluar dari kemaluan sehingga dikatakan membatalkan wudhu.
Majmu Fatawa Ibnu Utsaimin (11/284).
Kesimpulannya, si penanya tidak wajib mandi dan tidak berpengaruh terhadap puasanya. Sementara berkaitan dengan shalatnya, maka dia wajib wudhu setiap akan shalat setelah masuk waktunya kalau sekiranya keputihannya keluar terus menerus.
Sumber: islamqa
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
﷽
ุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Misal seseorang punya utang ke kita sejumlah 700 ribu bertahun-tahun belum dibayar baru di bayar kemaren. Tpi dibayar dengan uang lebih 1jt misalnya. Kan sisa uang 300 trus kita balikin yang 300nya tapi yang utang gamau nerima suruh buat kita aja. Trus gimana itu hukumnya apakah sama saja dengan bunga?
Jazakallah khoyran ustadz
๐ฌJawaban :
✍๐ป Oleh Ustadz Alimuddin Abu Abdurrahman , ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู
ุงููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ :
Hukum asalnya jika tidak ada kesepakatan akad awal maka dibolehkan. Namun dengan syarat bahwa tidak menjadi kebiasaan adat setempat apabila meminjamkan uang harus ada lebih yang walaupun lebihnya tidak diucapkan.
Seperti misalnya jika seseorang meminjamkan uang kepada orang lain 500.000 dan jika tidak dikembalikan lebih dari pokok pinjaman dan jika minjam kembali maka tidak mau dikasih lagi, maka hal ini termasuk dalam kategori Riba terselubung atau Riba tersembunyi. Artinya kebiasaan adat setempat memang menjalankan praktik Riba namun Riba yang tersembunyi, yang tidak diucapkan dalam akad awal pinjaman.
Namun jika keadaannya tidak seperti contoh di atas maka hukum asalnya boleh.
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,
َُُّููู َูุฑْุถٍ ุดَุฑَุทَ ِِููู ุฃَْู َูุฒِูุฏَُู ، ََُููู ุญَุฑَุงู
ٌ ، ุจِุบَْูุฑِ ุฎَِูุงٍู
“Setiap utang yang dipersyaratkan ada tambahan, maka itu adalah haram. Hal ini tanpa diperselisihkan oleh para ulama.” (Al Mughni, 6: 436)
Adapun jika tambahan bukan prasyarat awal, hanya kerelaan dari pihak peminjam saat mengembalikan utang, tidaklah masalah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Raafi’ bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminjam dari seseorang unta yang masih kecil. Lalu ada unta zakat yang diajukan sebagai ganti.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menyuruh Abu Raafi’ untuk mengganti unta muda yang tadi dipinjam. Abu Raafi’ menjawab, “Tidak ada unta sebagai gantian kecuali unta yang terbaik (yang umurnya lebih baik, -pen).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menjawab,
ุฃَุนْุทُُูู َูุฅَِّู ู
ِْู ุฎَِูุงุฑِ ุงَّููุงุณِ ุฃَุญْุณََُููู
ْ َูุถَุงุกً
“Berikan saja unta terbaik tersebut padanya. Ingatlah sebaik-baik orang adalah yang baik dalam melunasi utangnya.” (HR. Bukhari no. 2392 dan Muslim no. 1600).
Jadi... selama tidak ada syarat awal dan bukan merupakan adat kebiasaan setempat yang walaupun tidak di ikrarkan dalam prasyaratnya maka dibolehkan.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
Bismillah
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Ustadz bolehkan seorang wanita janda yang telah lepas masa Iddah bekerja ?
Dan bagaimana yang harus dilakukan ketika kita ingin bekerja namun tidak berpakaian syar'i akan tetapi masih dalam menggunakan pakaian yang tertutup tanpa menggunakan Levis . Baiknya bagaimana ustadz.
๐ฌJawaban :
✍๐ป Oleh Ustadz Alimuddin Abu Abdurrahman , ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู
ุงููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ :
Wajib seorang wanita muslimah untuk berpakaian dengan mengulurkan jilbabnya.
QS Al-Ahzab : 59
ٰูุٓงََُّููุง ุงَّููุจُِّู ُْูู ِّูุงَุฒَْูุงุฌَِู َูุจَٰูุชَِู َِููุณَุงุۤกِ ุงْูู
ُุคْู
َِِْููู ُูุฏَِْْููู ุนَََِّْูููู ู
ِْู ุฌََูุงุจِْูุจَِِّููۗ ุฐَِٰูู ุงَุฏْٰููٓ ุงَْู ُّูุนْุฑََْูู ََููุง ُูุคْุฐََْููۗ ََููุงَู ุงُّٰููู ุบَُْููุฑًุง ุฑَّุญِْูู
ًุง
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Jika seseorang menta'ati apa yang Allah ta'ala telah tetapkan sebagai syari'at, maka ia termasuk orang yang mendapatkan kemenangan yang besar sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
َูู
َู ُูุทِุนِ ุงَููู َูุฑَุณَُُููู ََููุฏْ َูุงุฒَ َْููุฒًุง ุนَุธِูู
ًุง
“Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. [Al Ahzab:71]
Kemudian adapun buah dari keta'atan yang dilakukan kepada Allah ta'ala, maka akan ia rasakan hasilnya sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam,
ุฐَุงَู ุทَุนْู
َ ุงูุฅِูู
ุงَِู ู
َْู ุฑَุถَِู ุจุงููู ุฑَุจุงًّ َูุจุงูุฅุณْูุงู
ِ ุฏِْููุงً َูุจِู
ُุญَู
َّุฏٍ ุฑَุณًُْููุง.
“Sungguh akan merasakan manisnya iman, seseorang yang telah rela Allah sebagaiRabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai Rasul utusan Allah”. [HR Muslim].
Adapun sebaliknya jika seseorang mendurhakai Allah ta'ala, maka ia termasuk orang yang sesat, sebagaimana dalam firman Nya,
َูู
َู َูุนْุตِ ุงَููู َูุฑَุณَُُููู ََููุฏْ ุถََّู ุถَูุงَูุงً ู
ُّุจًِููุง
“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata”. [Al Ahzab:36].
Jadi.. jika seorang wanita yang terang-terangan mengumbar aurat atau tidak berpakaian syar'i selayaknya wanita muslimah, maka sama dengan ia terang terangan bermaksiat kepada Allah ta'ala. Dan dalam hal ini Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
ُُّูู ุฃُู
َّุชِู ู
ُุนَุงًูู ุฅูุงَّ ุงูู
ُุฌَุงِูุฑُู.
“Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat)”. [Muttafaqun alaih].
Adapun wanita yang tidak bersuami bekerja di luar rumah dan jika ia tidak bekerja maka tidak dapat memenuhi kebutuhannya atau bersifat darurat, maka tidak masalah selama tidak melanggar ketentuan ketentuan syari'at.
Dan perlu kita ketahui bahwa Allah ta'ala tidak melarang hamba Nya untuk bekerja, sebagaimana dalam firman Nya,
QS At-Taubah : 105
َُِููู ุงุนْู
َُْููุง َูุณََูุฑَู ุงُّٰููู ุนَู
ََُููู
ْ َูุฑَุณُُْูููٗ َูุงْูู
ُุคْู
َُِْูููۗ
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu,"
Perintah dalam ayat di atas bersifat umum mencakup bagi laki² dan wanita.
Dan adapun yang sangat penting diperhatikan masalah pekerjaan yang akan dilakukannya maka haruslah bebas dari hal² yang di Haramkan dalam syari'at. Dan lebih khusus bagi wanita agar ia lebih hati² dalam memilih jenis pekerjaan, tempat ia bekerja. Karena jika hal ini disepelekan maka bisa saja akan menjerumuskan dirinya kepada kesesatan dan kebinasaan serta kehinaan bagi dirinya.
Dalam masalah ini telah difatwakan dalam "Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, 2/981", Bahwa Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah berkata, “Peluang kerja bagi wanita adalah bekerja pada tempat yang khusus bagi wanita, seperti bekerja mendidik pelajar-pelajar puteri, apakah pekerjaan administrative ataupun teknis, atau dia bekerja di rumahnya seperti menjahit baju dan semacamnya. Adapun bekerja di medan yang khusus laki-laki, maka tidak boleh baginya bekerja yang membuatnya campur baur dengan laki-laki. Ini merupakan fitnah besar yang wajib dihindari. Wajib baginya mengetahui bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
ู
ุง ุชุฑูุช ุจุนุฏู ูุชูุฉ ุฃุถุฑ ุนูู ุงูุฑุฌุงู ู
ู ุงููุณุงุก ูุฃู ูุชูุฉ ุจูู ุฅุณุฑุงุฆูู ูุงูุช ูู ุงููุณุงุก)
“Tidak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki sepeninggalku selain wanita, dan sesungguhnya fitnah Bani Israil dahulu adalah wanita.”
Maka hendaknya seseorang menjauhkan keluarganya dari tempat-tempat fitnah dan segala sebabnya, apapun kondisinya.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
﷽
ุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Apakah anak perlu dipindahkan pondok pesantren nya krn perbedaan manhaj, dan bbrp kali kesempatan pernah kami sampaikan ttg bbrp hadist tapi anak ana menolak Krn merasa asing saat mendengar nya shg timbul perdebatan.
Saat ini anak duduk di kls 3 SMP).
Bagaimana bila anak tidak mau dipindahkan, apa yang perlu kami lakukan selain mendoakannya
Jazakallahu Khairan ustadz
๐ฌJawaban :
✍๐ป Oleh Ustadz Alimuddin Abu Abdurrahman , ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู
ุงููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ :
Anak merupakan buah karya dari orang tuanya, sehingga apa bila anak di didik dengan baik dengan pendidikan agama yang baik maka akan melahirkan anak yang shalih. Inilah pentingnya Tarbiyyatul 'Aulaadi Fil Islamiyyah (Pendidikan Anak Dalam Islam) dengan tujuan sebagai wujud pengamalan fieman Allah ta'ala, QS At-Tahrim : 6
ٰูุٓงََُّููุง ุงَّูุฐَِْูู ุงٰู
َُْููุง ُْููุٓง ุงَُْููุณَُูู
ْ َูุงَُِْْููููู
ْ َูุงุฑًุง َُّْูููุฏَُูุง ุงَّููุงุณُ َูุงْูุญِุฌَุงุฑَุฉُ ุนَََْูููุง ู
ََِٰูููุٕۤฉٌ ุบَِูุงุธٌ ุดِุฏَุงุฏٌ َّูุง َูุนْุตَُْูู ุงَّٰููู ู
َุงٓ ุงَู
َุฑَُูู
ْ ََْูููุนََُْููู ู
َุง ُูุคْู
َุฑَُْูู
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Sufyan As-Sauri meriwayatkan dari Mansur, dari seorang laki-laki, dari Ali ibn Abu Thalib ra sehubungan dengan makna perkataan-Nya: lindungi diri Anda dan keluarga Anda dari api neraka. (At-Tahrim: 6) Artinya didiklah mereka dan ajarilah mereka. (Tafsir Ibnu Katsir, surat At Tahrim ayat 6)
Qatadah mengatakan bahwa engkau perintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan engkau cegah mereka dari perbuatan durhaka terhadapNya. Dan hendaklah engkau tegakkan terhadap mereka perintah Allah dan engkau anjurkan mereka untuk mengerjakannya serta engkau bantu mereka untuk mengamalkannya. Dan apabila engkau melihat di kalangan mereka terdapat suatu perbuatan maksiat terhadap Allah, maka engkau harus cegah mereka darinya dan engkau larang mereka melakukannya." _(Tafsir Ibnu Katsir, surat At Tahrim ayat 6)_
Di dalam Al Qur'an dikisahkan kekhawatiran orang tua terhadap anaknya akan aqidah anak² nya, QS Al-Baqarah : 133
ุงَู
ْ ُْููุชُู
ْ ุดَُูุฏَุงุۤกَ ุงِุฐْ ุญَุถَุฑَ َูุนُْْููุจَ ุงْูู
َْูุชُۙ ุงِุฐْ َูุงَู ِูุจَِِْููู ู
َุง ุชَุนْุจُุฏَُْูู ู
ِْูۢ ุจَุนْุฏِْูۗ َูุงُْููุง َูุนْุจُุฏُ ุงََِٰููู َูุงَِٰูู ุงٰุจَุงَِููٕۤ ุงِุจْุฑٰููٖ
َ َูุงِุณْู
ٰุนَِْูู َูุงِุณْุญَٰู ุงًِٰููุง َّูุงุญِุฏًุงۚ ََููุญُْู َููٗ ู
ُุณِْูู
َُْูู
Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
Penekanan orang tua terhadap anak² nya akan pentingnya mentauhidkan Allah ta'ala, ini yang haeus mendasar ditekankan sebagai pondasi aqidah bagi anak² nya.
QS Luqman : 13
َูุงِุฐْ َูุงَู ُْููู
ُٰู ِูุงุจِْููٖ ََُููู َูุนِุธُูٗ ٰูุจََُّูู َูุง ุชُุดْุฑِْู ุจِุงِّٰููู ุۗงَِّู ุงูุดِّุฑَْู َูุธُْูู
ٌ ุนَุธِْูู
ٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasรปlullรขh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ู
ُุฑُْูุง ุฃََْููุงุฏَُูู
ْ ุจِุงูุตََّูุงุฉِ َُููู
ْ ุฃَุจَْูุงุกُ ุณَุจْุนِ ุณَِِْููู ، َูุงุถْุฑِุจُُْููู
ْ ุนَََْูููุง َُููู
ْ ุฃَุจَْูุงุกُ ุนَุดْุฑِ ุณَِِْููู ، ََููุฑُِّْููุง ุจََُْูููู
ْ ِูู ุงْูู
َุถَุงุฌِุนِ
Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun! Dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat)! Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)!
(Hadits ini hasan HR. Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, I/197; Dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, II/406, no. 505)
Jadi .... tugas anda selaku orang tua adalah tetap mendidik anak² anda dengan cara yang ma'ruf dan selalu awasi pergaulan dan setiap perkembangannya karena sangat berpengaruh pada keadaan anak.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
Bismillah
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
1.bagaimana hukum sedekah pada orang gila
2.bagaimna hukum memberi makan dan sedekah pada seorang muslim yg tidak ingin melaksanakan sholat.apakah sedekah kita diterima .? syukron
๐ฌJawaban :
✍๐ป Oleh Ustadz Alimuddin Abu Abdurrahman , ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู
ุงููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ :
Jawaban 1
Agama islam mengajarkan kepada pemeluknya agar senantiasa selalu berbuat kebaikan dan hal ini sebagaimana Allah ta'ala telah menjelaskan salam Al Qur'an tentang balasan bagi orang yang selalu berbuat kebaikan, Allah ta'ala berfirman,
QS Yunus : 26
۞ َِّููุฐَِْูู ุงَุญْุณَُููุง ุงْูุญُุณْٰูู َูุฒَِูุงุฏَุฉٌ ََููุۗง َูุฑَُْูู ُูุฌَُُْูููู
ْ َูุชَุฑٌ ََّููุง ุฐَِّูุฉٌ ุۗงَُِٰููููٕۤ ุงَุตْุญٰุจُ ุงْูุฌََّูุฉِ ُูู
ْ َِْูููุง ุฎِٰูุฏَُْูู
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.
Kemudian dalam As Sunnah, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ุฅَِّู ุงََّููู َูุชَุจَ ุงูุฅِุญْุณَุงَู ุนََูู ُِّูู ุดَْูุกٍ َูุฅِุฐَุง َูุชَْูุชُู
ْ َูุฃَุญْุณُِููุง ุงِْููุชَْูุฉَ َูุฅِุฐَุง ุฐَุจَุญْุชُู
ْ َูุฃَุญْุณُِููุง ุงูุฐَّุจْุญَุฉَ َُْูููุญِุฏَّ ุฃَุญَุฏُُูู
ْ ุดَْูุฑَุชَُู َُْูููุฑِุญْ ุฐَุจِูุญَุชَُู
“Sesungguhnya Allah memerintahkan berbuat baik terhadap segala sesuatu.” _[HR. Muslim, no. 1955, Bab “Perintah untuk berbuat baik ketika menyembelih dan membunuh dan perintah untuk menajamkan pisau”]_
Jadi hukum bersedekah kepada orang gila itu dibolehkan .
Di dalam Al Qur'an surat Ali-'Imran Ayat 92 :
َْูู ุชََูุงُููุง ุงْูุจِุฑَّ ุญَุชَّู ุชُُِْููููุง ู
ِู
َّุง ุชُุญِุจَُّูู َูู
َุง ุชُُِْููููุง ู
ِْู ุดَْูุกٍ َูุฅَِّู ุงََّููู ุจِِู ุนَِููู
ٌ
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”.
Ketahuilah bahwa walaupun kepada orang yang gila sekalipun anda bersedekah, maka Allah ta'ala, pasti akan mencatat kebaikan ansa selama dilakukan dengan ikhlas semata mata hanya ingin mengharap wajah Allah ta'ala.
Dan untuk pelengkap jawaban di atas, saya serrakan vidio kajian singkat kisah yang sangat menyentuh hati. Untuk vidio nya bisa di lihat di bawah .
Jawaban 2
Apabila infaq kepada orang tsb yang tidak melaksanakan shalat itu membantu sampainya dakwah ke hati orang yang tidak melaksanakan shalat tersebut maka alangkah baiknya bila nafkah itu tetap diberikan. Semoga Allah ta'ala memberi hidayah kepadanya sehingga ia bertaubat dan diberi karunia istiqomah di jalan Allah ta'ala.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
﷽
ุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Bagaimana hukumnya seorang suami yg waktunya selain dipergunakan untuk bekerja, juga dihabiskan untuk kegiatan Kemashlatan umat di Musholla dan di Masjid, sedangkan tidak tersedia waktu untuk anak dan istri / keluarganya?
๐ฌJawaban :
✍๐ป Oleh Ustadz Alimuddin Abu Abdurrahman , ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู
ุงููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ :
Di dalam Al Qur'an, Allah ta'ala telah berfirman,
QS At-Tahrim : 6
ٰูุٓงََُّููุง ุงَّูุฐَِْูู ุงٰู
َُْููุง ُْููุٓง ุงَُْููุณَُูู
ْ َูุงَُِْْููููู
ْ َูุงุฑًุง َُّْูููุฏَُูุง ุงَّููุงุณُ َูุงْูุญِุฌَุงุฑَุฉُ ุนَََْูููุง ู
ََِٰูููุٕۤฉٌ ุบَِูุงุธٌ ุดِุฏَุงุฏٌ َّูุง َูุนْุตَُْูู ุงَّٰููู ู
َุงٓ ุงَู
َุฑَُูู
ْ ََْูููุนََُْููู ู
َุง ُูุคْู
َุฑَُْูู
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Di dalam ayat yang mulia di atas sangat tegas perintah menjaga diri dan keluarga dari api Neraka. Namun ketika seorang kepala keluarga tidak ada waktu bagi keluarganya maka bagaimana ia bisa menjaga keluarganya? Bukankah maksud firman Allah ta'ala di atas bahwa bentuk menjaga keluarga yaitu dengan memberikan pendidikan agama buat keluarga sebagaimana yang dimaksudkan oleh 'Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu 'anhu dalam tafsir Ibnu Katsir.
Islam tidak melarang bekerja bahkan syari'at memerintahkan untuk kita bekerja. Namun haruslah di bagi waktunya mana waktu bekerja dan mana waktu buat keluarga. Karena kehadiran sorang kepala keluarga di tengah tengah keluarganya sangat membawa pengaruh besar bagi keluarganya.
Dan begitu pula dalam hal ibadah, bukankah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam telah bersabda,
ุนَْู ุฒَْูุฏٍ ุจِْู ุซَุงุจِุชٍ – ุฑَุถَِู ุงُููู ุนَُْูู – : ุฃََّู ุงَّููุจَِّู – ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ – ، َูุงَู : (( ุตَُّููุง ุฃََُّููุง ุงَّููุงุณُ ِูู ุจُُููุชُِูู
ْ ، َูุฅَّู ุฃَْูุถََู ุงูุตَّูุงَุฉِ ุตَูุงَุฉُ ุงูู
َุฑْุกِ ูู ุจَْูุชِِู ุฅِูุงَّ ุงูู
َْูุชُูุจَุฉَ )) ู
ُุชٌََّูู ุนََِْููู.
Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalatlah kalian, wahai manusia, di rumah-rumah kalian, karena sebaik-baiknya shalat adalah shalat seseorang di rumahnya, kecuali shalat wajib.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 731 dan Muslim, no. 781]
Bukankah shalat berjama'ah ada waktu yang telah ditetapkan dalam syari'at untuk dikerjakan...? Sebagaiman Allah ta'ala berfirman,
QS An-Nisa' : 103
ุงَِّู ุงูุตَّٰููุฉَ َูุงَูุชْ ุนََูู ุงْูู
ُุคْู
َِِْููู ِูุชٰุจًุง ู
َُّْْูููุชًุง
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
Kemudian telah disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dimana ada sahabat yang ingin beridah dengan cara membinasakan dirinya, maka Rasulullah shalallaahu 'alaihi wasallam memperingatkan nya,
ุฃََّู ุฑِุฌَุงูุงً َูุงَู ุฃَุญَุฏُُูู
ْ: ุฃَู
َّุง ุฃََูุง َูุฃَุตُْูู
ُ َููุงَ ุฃُْูุทِุฑُ، ََููุงَู ุงْูุขุฎَุฑُ: ุฃَู
َّุง ุฃََูุง َูุฃَُْููู
ُ َููุงَ ุฃََูุงู
ُ، ََููุงَู ุงْูุขุฎَุฑُ: ุฃَู
َّุง ุฃََูุง َููุงَ ุขُُูู ุงَّููุญْู
َ، ََููุงَู ุงْูุขุฎَุฑُ: ุฃَู
َّุง ุฃََูุง َููุงَ ุฃَุชَุฒََّูุฌُ ุงِّููุณَุงุกَ، ََููุงَู ุตََّูู ุงُููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ: ู
َุง ุจَุงُู ุฃََْููุงู
ٍ ََُُْْูููููู َูุฐَุง ََููุฐَุง، َِِّูููู ุฃَุตُْูู
ُ َูุฃُْูุทِุฑُ، َูุฃَُْูููู
ُ َูุฃََูุงู
ُ َูุฃَุชَุฒََّูุฌُ ุงِّููุณَุงุกَ، َูุขُُูู ุงَّููุญْู
َ، َูู
َْู ุฑَุบِุจَ ุนَْู ุณَُّูุชِู ََْูููุณَ ู
ِِّูู.
“Ada sekelompok orang, salah satu dari mereka berkata, ‘Aku akan berpuasa dan tidak akan berbuka.’ Yang lain berkata, ‘Aku akan beribadah terus dan tidak tidur.’ Yang lainnya berkata, ‘Aku tidak akan memakan daging.’ Yang lainnya berkata, ‘Aku tidak akan menikah dengan wanita.’ Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bagaimana keadaan orang-orang yang berkata ini dan itu, sesungguhnya aku ini tetap berpuasa dan kadang-kadang tidak berpuasa, aku beribadah dan aku pun tidur, aku tetap menikahi wanita-wanita, dan aku juga memakan daging, maka barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka dia tidak termasuk golonganku” [HR. Al-Bukhari dalam kitab an-Nikaah, bab at-Targhiib fin Nikaah (hadits no. 5063) dan Muslim dalam kitab an-Nikaah bab Istihbaabun Nikaah liman Taaqat Nafsuhu ilaihi… (hadits no. 1401).
Jadi ..... Nasihat saya bagi kepala keluarga, ketahuilah bahwa tunaikan hak² keluarga anda, dan anda bukan diminta pertanggung jawaban atas keluarga orang lain melainkan atas keluarga diri anda sendiri.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
﷽
ุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Mengenal wasiat...
Apakah wasiat Dari Ortu perlu di beritahukan isi wasiat nya terlebih dahulu kepada penerima wasiat..
Dan gambarannya apa saja isi Dari wasiat tsb
Jazakumullah khoir
๐ฌJawaban :
✍๐ป Oleh Ustadz Alimuddin Abu Abdurrahman , ุญูุธู ุงููู ุชุนุงูู
ูุนูููู
ุงูุณูุงู
ูุฑุญู
ุฉ ุงููู ูุจุฑูุงุชู
ุจุณู
ุงููู ูุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู
ุนูู ุฑุณูู ุงููู
ุฃู
ุง ุจุนุฏ :
Diriwayatkan oleh Abu Daud, 2870. Tirmizi, 2120. Nasa’i, 4641. Ibnu Majah, 2713 dari Abu Umamah berkata, saya mendengar Rasulullah sallallahu’alihi wa sallam bersabda:
ุฅَِّู ุงََّููู َูุฏْ ุฃَุนْุทَู َُّูู ุฐِู ุญٍَّู ุญََُّูู ََููุง َูุตَِّูุฉَ َِููุงุฑِุซٍ (ูุงูุญุฏูุซ ุตุญุญู ุงูุฃูุจุงูู ูู ุตุญูุญ ุฃุจู ุฏุงูุฏ)
“Sesungguhnya Allah telah memberikan haknya (masing-masing) kepada semua pemilik hak, maka tidak ada wasiat bagi ahli waris." (Hadits dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Abu Daud)
Diriwayatkan oleh Ad-Daruqutny dari hadits Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma dengan teks ‘Tidak diperkenankan wasiat untuk ahli waris, kecuali ahli waris menghendakinya (merelakannya).’ (Dihasankan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Bulugul Maram)
Adapun wasiat tsb apakah boleh diberitahukan atau tidak, maka ana belum temukan dalil tentang adanya larangan memberitahukan isi wasiat kepada penerima wasiat.
Adapun hukum dari wasiat, dia taranya;
1. WAJIB, apabila wasiat berkenaan dengan hutang si pemberi wasiat yang harus dibayarkan.
2. DIANJURKAN, apabila si pewasiat mempunyai harta lebih atau berlimpah. Dan bila si pewasiat tidak mempunyai ahli waris maka boleh ia wasiatkan seluruh hartanya kepada pihak lain.
3. MAKRUH, apabila si pewasiat mempunyai harta pas pasan yang ditinggalkan buat ahli warisnya. Lihat dari keterangan di bawah ini;
ุนَْู ุนَุงู
ِุฑِ ุจِْู ุณَุนْุฏٍ ุนَْู ุฃَุจِِูู َูุงَู ุนَุงุฏَِูู ุงَّููุจُِّู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
– ِูู ุญَุฌَّุฉِ ุงَْููุฏَุงุนِ ู
ِْู َูุฌَุนٍ ، ุฃَุดَْْููุชُ ู
ُِْูู ุนََูู ุงْูู
َْูุชِ ، َُْูููุชُ َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุจََูุบَ ุจِู ู
َِู ุงَْููุฌَุนِ ู
َุง ุชَุฑَู ، َูุฃََูุง ุฐُู ู
َุงٍู َููุงَ َูุฑِุซُِูู ุฅِูุงَّ ุงุจَْูุฉٌ ِูู َูุงุญِุฏَุฉٌ ุฃََูุฃَุชَุตَุฏَُّู ุจِุซُُูุซَْู ู
َุงِูู َูุงَู « ูุงَ » . ُْููุชُ ุฃََูุฃَุชَุตَุฏَُّู ุจِุดَุทْุฑِِู َูุงَู « ูุงَ » . ُْููุชُ َูุงูุซُُّูุซِ َูุงَู « َูุงูุซُُّูุซُ َูุซِูุฑٌ ، ุฅََِّูู ุฃَْู ุชَุฐَุฑَ َูุฑَุซَุชََู ุฃَุบَِْููุงุกَ ุฎَْูุฑٌ ู
ِْู ุฃَْู ุชَุฐَุฑَُูู
ْ ุนَุงَูุฉً َูุชََََُّููููู ุงَّููุงุณَ ، ََููุณْุชَ ุชُُِْููู َََูููุฉً ุชَุจْุชَุบِู ุจَِูุง َูุฌَْู ุงَِّููู ุฅِูุงَّ ุฃُุฌِุฑْุชَ ุจَِูุง ، ุญَุชَّู ุงُّْูููู
َุฉَ ุชَุฌْุนََُููุง ِูู ِูู ุงู
ْุฑَุฃَุชَِู » . ُْููุชُ َูุง ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุขุฃُุฎََُّูู ุจَุนْุฏَ ุฃَุตْุญَุงุจِู َูุงَู « ุฅََِّูู َْูู ุชُุฎَََّูู َูุชَุนْู
ََู ุนَู
َูุงً ุชَุจْุชَุบِู ุจِِู َูุฌَْู ุงَِّููู ุฅِูุงَّ ุงุฒْุฏَุฏْุชَ ุจِِู ุฏَุฑَุฌَุฉً َูุฑِْูุนَุฉً ، ََููุนَََّูู ุชُุฎََُّูู ุญَุชَّู َْููุชَِูุนَ ุจَِู ุฃََْููุงู
ٌ َُููุถَุฑَّ ุจَِู ุขุฎَุฑَُูู ، ุงَُّูููู
َّ ุฃَู
ْุถِ ูุฃَุตْุญَุงุจِู ِูุฌْุฑَุชَُูู
ْ ، َููุงَ ุชَุฑُุฏَُّูู
ْ ุนََูู ุฃَุนَْูุงุจِِูู
ْ . َِِููู ุงْูุจَุงุฆِุณُ ุณَุนْุฏُ ุงุจُْู ุฎََْููุฉَ ุฑَุซَู َُูู ุฑَุณُُูู ุงَِّููู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
– ุฃَْู ุชَُُِّููู ุจِู
ََّูุฉَ
Dari ‘Amir bin Sa’ad, dari ayahnya, Sa’ad, ia adalah salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga- berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku ketika haji Wada’, karena sakit keras. Aku pun berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya sakitku sangat keras sebagaimana yang engkau lihat. Sedangkan aku mempunyai harta yang cukup banyak dan yang mewarisi hanyalah seorang anak perempuan. Bolehkah saya sedekahkan 2/3 dari harta itu?” Beliau menjawab, “Tidak.” Saya bertanya lagi, “Bagaimana kalau separuhnya?” Beliau menjawab, “Tidak.” Saya bertanya lagi, “Bagaimana kalau sepertiganya?” Beliau menjawab, “Sepertiga itu banyak (atau cukup besar). Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu kaya, itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada sesama manusia. Sesungguhnya apa yang kamu nafkahkan dengan maksud untuk mencari ridha Alah pasti kamu diberi pahala, termasuk apa yang dimakan oleh istrimu.”
Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah aku akan segera berpisah dengan kawan-kawanku?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya engkau belum akan berpisah. Kamu masih akan menambah amal yang kamu niatkan untuk mencari ridha Allah, sehingga akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Dan barangkali kamu akan segera meninggal setelah sebagian orang dapat mengambil manfaat darimu, sedangkan yang lain merasa dirugikan olehmu. Ya Allah, mudah-mudahan sahabat-sahabatku dapat melanjutkan hijrah mereka dan janganlah engkau mengembalikan mereka ke tempat mereka semula. Namun, yang kasihan (merugi) adalah Sa’ad bin Khaulah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menyayangkan ia meninggal di Makkah.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 4409 dan Muslim no. 1628).
Wallaahu A'lam
Tangerang Mengaji Official
Post a Comment